Perang Persaingan Manusia dan Robot Drone

CALIFORNIA – Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak (english = Unmanned Aerial Vehicle atau UAV), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya . Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Rudal walaupun mempunyai kesamaan tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) tampak serius untuk memanfaatkan robot drone quadcopter dalam peperangan.

Pada 14 April lalu, US Patent and Trademark Office diberikan paten Google yang memungkinkan untuk menghubungkan bersama dan mengendalikan kelompok robot dalam jumlah besar dengan menggunakan cloud.

Dilansir IBTimes, Jumat (17/4/2015), sementara belum diketahui apa rencana dari Google dengan paten itu. Di sisi lain, menurut laporan yang dikeluarkan Pusat Keamanan Amerika, militer Amerika Serikat berusaha untuk mengubah dan mempertahankan dominasi teknologi militer Amerika.

“Hari ini militer Amerika Serikat dihadapkan pada siklus buruk yang terus meningkatnya biaya platform dan menyusutnya jumlah personel. Akibatnya, jumlah kapal tempur dan pesawat di persediaan Amerika Serikat terus menurun,” kata Paul Scharre.

Oleh sebab itu, pemerintah AS sekarang berencana beralih ke arah sistem kendaraan tak berawak (UAS/UAV) dengan beberapa drone nano terbang dalam kawanan militernya untuk mengumpulkan data intelijen dalam jumlah besar serta efektif tanpa menempatkan manusia pada risiko.

Drone kecil terbilang cukup murah dan militer dapat memangkas biaya dari kapal perang yang sudah tua sehingga pesawat tidak perlu tempat yang luas untuk penempatan ketika pesawat itu usang atau rusak.

sumber : wikipedia & okezone

Komentar