London - Eden Hazard tetap menjadi andalan Chelsea ketika menjamu Manchester United akhir pekan ini, Sabtu (18/4). Hazard punya potensi untuk menebar ancaman untuk sisi kanan pertahanan 'Setan Merah'.
Hazard bakal menjadi ancaman untuk Antonio Valencia, seorang winger yang musim ini dipindah-posisikan oleh Louis van Gaal menjadi fullback kanan. Performa Valencia dinilai Van Gaal cukup stabil sehingga membuat Rafael da Silva, seorang fullback kanan asli dengan kemampuan melepas crossingmumpuni, menepi ke bangku cadangan.
Valencia memang tidak memiliki kemampuan melepas umpan sebaik Rafael, namun Valencia dinilai lebih disiplin ketimbang Rafael yang kerap melakukan pelanggaran di area pertahanan sendiri. Pada pertemuan pertama melawan Chelsea, Rafael-lah yang mengawal Didier Drogba sebelum penyerang Pantai Gading itu menyundul bola masuk ke gawang United.
Sejauh ini, Valencia cukup sukses menggantikan peran Rafael. Namun, akhir pekan ini dia bakal diuji oleh Hazard. Gelandang asal Belgia tersebut tidak hanya bagus dalam mencetak gol dan menyumbang assist --sejauh ini sudah mencetak 12 gol dan 8 assist-- tetapi juga melakukan dribel.
Hazard punya total 148 kali dribel sukses sepanjang musim ini. Jumlah tersebut 46 kali lebih banyak dibandingkan pemain-pemain Premier League lainnya. Di luar itu, Hazard juga sudah mengkreasikan 88 peluang musim ini, jumlah yang juga lebih banyak dari seluruh pemain Premier League.
"Valencia adalah pemain yang bagus, tapi dia lebih bagus ketika membantu serangan," ujar eks striker Leicester City, Tony Cottee, yang kini menjadi pundit untuk Sky Sports.
"Kita lihat saja, apakah Van Gaal akan memberikannya perlindungan atau tidak.
Di depan Valencia, ada Juan Mata. Mengingat Mata bukanlah tipikal pemain yang terbiasa melakukan tracking-back, tugas untuk melapis Valencia kemungkinan akan dilakukan oleh Ander Herrera yang berposisi sebagai gelandang tengah sebelah kanan.
Dalam falsafah permainan Jose Mourinho, dua atau tiga pemain di dalam tim layak diberikan kebebasan berekspresi. Hazard adalah salah satu pemain yang seperti ini.
Dalam penjabarannya beberapa tahun silam, pemain-pemain seperti Hazard bisa menjadi pembeda dari sebuah tim. Oleh karenanya, ada kalanya pemain-pemain seperti itu dibebaskan dari sistem permainan yang diterapkan pada keseluruhan tim.
Sumber : detik.com
Hazard bakal menjadi ancaman untuk Antonio Valencia, seorang winger yang musim ini dipindah-posisikan oleh Louis van Gaal menjadi fullback kanan. Performa Valencia dinilai Van Gaal cukup stabil sehingga membuat Rafael da Silva, seorang fullback kanan asli dengan kemampuan melepas crossingmumpuni, menepi ke bangku cadangan.
Valencia memang tidak memiliki kemampuan melepas umpan sebaik Rafael, namun Valencia dinilai lebih disiplin ketimbang Rafael yang kerap melakukan pelanggaran di area pertahanan sendiri. Pada pertemuan pertama melawan Chelsea, Rafael-lah yang mengawal Didier Drogba sebelum penyerang Pantai Gading itu menyundul bola masuk ke gawang United.
Sejauh ini, Valencia cukup sukses menggantikan peran Rafael. Namun, akhir pekan ini dia bakal diuji oleh Hazard. Gelandang asal Belgia tersebut tidak hanya bagus dalam mencetak gol dan menyumbang assist --sejauh ini sudah mencetak 12 gol dan 8 assist-- tetapi juga melakukan dribel.
Hazard punya total 148 kali dribel sukses sepanjang musim ini. Jumlah tersebut 46 kali lebih banyak dibandingkan pemain-pemain Premier League lainnya. Di luar itu, Hazard juga sudah mengkreasikan 88 peluang musim ini, jumlah yang juga lebih banyak dari seluruh pemain Premier League.
"Valencia adalah pemain yang bagus, tapi dia lebih bagus ketika membantu serangan," ujar eks striker Leicester City, Tony Cottee, yang kini menjadi pundit untuk Sky Sports.
"Kita lihat saja, apakah Van Gaal akan memberikannya perlindungan atau tidak.
Di depan Valencia, ada Juan Mata. Mengingat Mata bukanlah tipikal pemain yang terbiasa melakukan tracking-back, tugas untuk melapis Valencia kemungkinan akan dilakukan oleh Ander Herrera yang berposisi sebagai gelandang tengah sebelah kanan.
Dalam falsafah permainan Jose Mourinho, dua atau tiga pemain di dalam tim layak diberikan kebebasan berekspresi. Hazard adalah salah satu pemain yang seperti ini.
Dalam penjabarannya beberapa tahun silam, pemain-pemain seperti Hazard bisa menjadi pembeda dari sebuah tim. Oleh karenanya, ada kalanya pemain-pemain seperti itu dibebaskan dari sistem permainan yang diterapkan pada keseluruhan tim.
Sumber : detik.com
Komentar
Posting Komentar