PASIRPANGARAIAN- memang kalau sudah, "demem" berapapun harganya tak jadi masalah. begitu juga, dengan musim batu akik yang kini melanda hampir diseluruh nusantara. Batu akik belafazkan ALLAH ini mislanya, seorang kolektor berani menawar dengan harga fantastis mencapai 550 juta rupiah.
pemilik batu akik senilai setengah miliar itu adalah Damri, Warga Kaiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah. sebenarnya damri bukanlah seorang penggila Batu. ia mengaku batu Akik bertuliskan lafaz Allah bercorak warna cokelat dan keputih-putihan yang dimilikinya didapatnya dari batu bongkahan saat menggali tanah untuk membangun pondasi rumahnya, sekitar tiga bulan lalu.
Saat menggali tanah pada petang hari tersebut, Damri melihat bongkahan batu kecil dilihatnya terlihat ada pancaran cahaya. Merasa ada yang aneh, dia mengambil bongkahan batu tersebut dan mencucinya.
Saat direndam, bongkahan batu dengan panjang sekitar 2 centimeter dan lebar sekitar 1 centimeter ini tetap bersinar. Karena unik, dia membawa bongkahan batu ke tukang asah batu untuk dijadikan batu cincin. Tidak satupun tukang asah tahu jenis batu tersebut.
Sebelum menjadi batu cincin, diakui Damri, dirinya hanya garis lurus yang masih terlihat kabur di atas batu itu. Belum terlihat tulisan lafaz Allah. Namun, setelah diasah dan dilicinkan, lafaz Allah makin terlihat jelas.
"Tukang asah cincin sempat mengakui batu yang saya bawa unik dan keras," jelas Damri dan mengatakan tukang asah cincinnya bernama Rudi.
Saking senangnya dengan batu cincin berlafazkan Allah, Damri langsung mengikat batu itu dengan cincin yang dijual di pasaran.
Satu bulan lalu, saat dirinya pergi di Kota Pekanbaru, batu cincin berlafazkan Allah yang dipakainya di jari manis tangan kanannya sudah dilirik dua pengusaha kaya di Kota Bertuah itu.
Namun karena ditawar Rp550 juta, dirinya masih enggan menjualnya. Pasalnya, dirinya pernah membaca, bahwa harga batu akik bertuliskan lafaz Allah bisa mencapai Rp1 miliar.***(ar)
pemilik batu akik senilai setengah miliar itu adalah Damri, Warga Kaiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah. sebenarnya damri bukanlah seorang penggila Batu. ia mengaku batu Akik bertuliskan lafaz Allah bercorak warna cokelat dan keputih-putihan yang dimilikinya didapatnya dari batu bongkahan saat menggali tanah untuk membangun pondasi rumahnya, sekitar tiga bulan lalu.
Saat menggali tanah pada petang hari tersebut, Damri melihat bongkahan batu kecil dilihatnya terlihat ada pancaran cahaya. Merasa ada yang aneh, dia mengambil bongkahan batu tersebut dan mencucinya.
Saat direndam, bongkahan batu dengan panjang sekitar 2 centimeter dan lebar sekitar 1 centimeter ini tetap bersinar. Karena unik, dia membawa bongkahan batu ke tukang asah batu untuk dijadikan batu cincin. Tidak satupun tukang asah tahu jenis batu tersebut.
Sebelum menjadi batu cincin, diakui Damri, dirinya hanya garis lurus yang masih terlihat kabur di atas batu itu. Belum terlihat tulisan lafaz Allah. Namun, setelah diasah dan dilicinkan, lafaz Allah makin terlihat jelas.
"Tukang asah cincin sempat mengakui batu yang saya bawa unik dan keras," jelas Damri dan mengatakan tukang asah cincinnya bernama Rudi.
Saking senangnya dengan batu cincin berlafazkan Allah, Damri langsung mengikat batu itu dengan cincin yang dijual di pasaran.
Satu bulan lalu, saat dirinya pergi di Kota Pekanbaru, batu cincin berlafazkan Allah yang dipakainya di jari manis tangan kanannya sudah dilirik dua pengusaha kaya di Kota Bertuah itu.
Namun karena ditawar Rp550 juta, dirinya masih enggan menjualnya. Pasalnya, dirinya pernah membaca, bahwa harga batu akik bertuliskan lafaz Allah bisa mencapai Rp1 miliar.***(ar)
Komentar
Posting Komentar